Beranda » Tradisi » Makotek, Tradisi Unik Desa Munggu Diperigati 6 Bulan Sekali
Makotek

Makotek Tradisi Desa Munggu

Makotek adalah tradisi perang kayu yang dilangsungkan pada hari raya kuningan Makotek ini untuk memperingati kemenangan kerajaan Mengwi saat perang melawan kerajaan Blambangan dari Banyuwangi.

Tradisi ini yang dilangsungkan warga desa Munggu kecamatan Mengwi Badung ini ,bertujuan memohon keselamatan kepada Hyang Widhi.agar desa terhindar dari wabah dan marabahaya.

Dimana Makotek melibatkan  ratusan warga Desa Munggu untuk menggelar tradisi makotek ini.

Nama makotek berasal dari suara kayu yang saling bertabrakan saat disatukan menjadi bentuk piramida kayu yang menyatu.

Jadi asal nama Makotek timbul dari suara kayu-kayu yang bergabung dan menimbulkan bunyi tek.. tek.. tek.teek.

Sebenarnya tradisi ini bernama grebek yang artinya saling dorong akan tetapi lebih dikenal sebagai Makotek .

Sebelum atraksi dimulai para peserta lebih dahulu melakukan persembahyangan  bersama di Pura desa, dan dipercikkan air suci.

Para peserta Makotek yang ikut tidak boleh ada yang keluarganya sedang meninggal, atau istrinya melahirkan. Makotek dilakukan oleh ratusan kaum pria warga desa Munggu dari dari remaja sampai orang tua.

Waktu Mulainya Makotek

Biasanya Makotek dilakukan sore hari, dengan cara menggabungkan puluhan kayu pohon pulet sepanjang 3,5 meter hingga membentuk kerucut, lalu salah seorang peserta makotek menaiki kayu sampai ujung puncaknya dengan posisi berdiri.

Kelompok lain juga melakukan hal yang sama dimana nantinya kedua kelompok tersebut akan dipertandingkan untuk berperang layaknya panglima perang. Meski cukup berbahaya karena tingginya namun tradisi ini menyenangkan. Bahkan beberapa orang yang mencoba naik ke atas kayu terjatuh dan ada pula yang tersangku

Diperingati Setiap 6 Bulan

Upacara Mekotek digelar setiap 6 bulan sekali, 210 hari (berdasarkan kalender Hindu) pada hari Sabtu Kliwon Kuningan tepat di hari raya Kuningan atau selesai hari raya Galungan.

Dahulu, perayaan ini menggunakan besi, yang memberikan semangat juang untuk ke medan perang atau dari medan perang.

 Namun, karena banyak peserta yang terluka, maka tombak dari besi tersebut diganti dengan tongkat dari kayu pulet yang sudah dikupas kulitnya dan diukur panjangnya sekitar 2-3,5 meter.

Para peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat madya yaitu kancut dan udeng batik dan berkumpul di pura dalem Munggu.

Setelah berkumpul, mereka melakukan persembahyangan dan ucapan terima kasih atas hasil perkebunan. Setelah itu, seluruh peserta melakukan pawai menuju sumber air di kampung Munggu.

Upacara ini diikuti oleh peserta yang merupakan penduduk Munggu yang terdiri dari 15 banjar turun ke jalan dari usia 12 hingga 60 tahun.

Baca Juga : Omed – Omedan Tradisi Unik Ciuman Para Anak Muda Di Sesetan

Para peserta dibagi dalam kelompok-kelompok yang setiap kelompok terdiri dari 50 orang. Tongkat kayu yang dibawa, diadu di atas udara membentuk piramida atau kerucut.

Bagi peserta yang punya nyali, naik ke puncak kumpulan tongkat kayu tersebut dan berdiri diatasnya dan memberikan komando semangat bagi kelompoknya. Hal yang sama juga dilakukan oleh kelompok lain.

Komando yang diberikan oleh orang yang berada di puncak tongkat adalah menabrak kumpulan tongkat lawan atau kelompok lain.

Tradisi ini diiringi dengan suara gamelan untuk menyemangati para peserta. Tradisi yang dilaksanakan secara priodik ini secara rutin tetap diselenggarakan di Desa Munggu

Sebagai salah satu warisan dari leluhur masyarakat Munggu faham betul akan kewajiban mereka untuk menjaga tradisi ini.

Jika anda ingin mengunjungi tempat wisata di bali tanpa harus membeli paket tour bali. Maka kami sarankan anda menggunakan jasa sewa mobil bali dengan supir dan jika bersama rombongan kami sarankan untuk mencari jasa sewa bus di bali

# Bagikan informasi ini kepada teman atau kerabat Anda

Belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi.

Komentar AndaNama Anda Email Anda Website Anda

Kontak Kami

Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.

error: